Sunday, August 9, 2020

Tutorial Belajar Java Part 34: Perulangan WHILE Bahasa Java oleh - seputarcocos2d.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarcocos2d.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Tutorial Belajar Java Part 34: Perulangan WHILE Bahasa Java oleh - seputarcocos2d.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Melanjutkan tutorial belajar bahasa pemrograman Java di Duniailkom, kali ini kita akan bahas struktur perulangan (looping) kedua, yakni perulangan WHILE.


Pengertian Struktur Perulangan While Bahasa Java

Dalam tutorial sebelumnya tentang perulangan FOR, kita telah bahas bahwa sebuah perulangan harus memiliki 3 syarat: kondisi awal perulangan, kondisi pada saat perulangan, dan kondisi akhir perulangan.

Dalam perulangan FOR, ketiga syarat ini ditulis dalam 1 baris perintah seperti for (i = 1; i < 5; i++). Di dalam perulangan WHILE, ketiga kondisi ini saling terpisah.

Berikut format dasar struktur perulangan WHILE dalam bahasa Java:

start;  while (condition)   {     // kode program     // kode program    increment;  }  

Di bagian start biasanya ditulis perintah inisialisasi variabel counter, misalnya i = 0. Di bagian condition terdapat kondisi yang harus dipenuhi agar perulangan berjalan, misalnya i < 5. Kemudian perintah increment harus berada di dalam block perulangan agar bisa menaikkan nilai variabel counter, misalnya dengan perintah i++.

Mari kita masuk ke contoh praktek.


Contoh Kode Program Perulangan While Bahasa Java

Sebagai praktek pertama, berikut kode program perulangan WHILE untuk menampilkan teks “Hello World” sebanyak 5 kali:

class BelajarJava {    public static void main(String args[]){            int i = 1;      while (i <= 5){        System.out.println("Hello World");        i++;      }        }  }

Hasil kode program:

Hello World  Hello World  Hello World  Hello World  Hello World

Di baris 4 terdapat perintah untuk menginput angka 1 ke dalam variabel i. Nantinya, variabel i ini akan menjadi variabel counter yang dipakai untuk menentukan jumlah perulangan.

Proses perulangan di mulai di baris 5. Perintah while (i <= 5) artinya, selama nilai variabel i kurang atau sama dengan 5, maka jalankan perulangan.

Di dalam blok perulangan terdapat perintah System.out.println(“Hello World”) di baris 6. Ini dipakai untuk menampilkan teks “Hello World“. Kemudian di baris 7 terdapat perintah increment, yakni i++. Perintah ini akan menaikkan nilai variabel i sebanyak 1 angka dalam setiap iterasi.

Perulangan while akan di ulang sebanyak 5 kali, mulai dari i = 1, i = 2, i = 3, i = 4, hingga i = 5. Ketika nilai variabel counter i sudah mencapai 6, maka kondisi while (i <= 5) tidak terpenuhi lagi (false), sehingga perulangan berhenti.

Salah satu hal yang harus selalu diingat ketika membuat perulangan while adalah, jangan lupa membuat perintah increment. Jika tidak, kondisi akhir tidak akan pernah terpenuhi dan perulangan akan berjalan terus menerus. Ini dikenal dengan istilah infinity loop. Berikut contohnya:

class BelajarJava {    public static void main(String args[]){            int i = 1;      while (i <= 5){        System.out.println("Hello World");      }        }  }    

Jika anda menjalankan kode program di atas, teks “Hello World” akan ditampilkan terus menerus, tidak pernah selesai. Penyebabnya adalah karena kondisi while (i <= 5) akan selalu bernilai true. Di dalam blok perulangan tidak ada perintah yang bisa mengubah nilai variabel i agar kondisi while (i <= 5) bernilai false.

Untuk menghentikan infinity loop, tutup paksa jendela hasil dengan men-klik tanda (x) di sudut kanan atas, atau tekan kombinasi CTRL + C.

Sama seperti perulangan FOR, di dalam block perulangan WHILE kita juga bisa mengakses nilai dari variabel counter i:

class BelajarJava {    public static void main(String args[]){            int i = 1;      while (i <= 5){        System.out.println("Hello World "+ i);        i++;      }        }  }

Hasil kode program:

Hello World 1  Hello World 2  Hello World 3  Hello World 4  Hello World 5

Bagaimana dengan perulangan menurun? tidak masalah. Kita tinggal mengatur kondisi awal, kondisi akhir, serta proses decrement:

class BelajarJava {    public static void main(String args[]){            int i = 10;      while (i > 5){        System.out.println("Hello World "+ i);        i--;      }        }  }

Hasil kode program:

Hello World 10  Hello World 9  Hello World 8  Hello World 7  Hello World 6

Di sini saya mengisi nilai awal variabel counter i dengan angka 10. Kondisi perulangan adalah while (i > 5), artinya selama nilai variabel i di atas 5, jalankan perulangan. Dan karena kita ingin membuat perulangan menurun, maka dipakai perintah decrement i-- yang akan mengurangi nilai variabel i sebanyak 1 angka dalam setiap iterasi.

Sebagai latihan, silahkan anda coba rancang kode program perulangan WHILE untuk membuat deret berikut:

3 6 9 12 15 18 21 24 27 30

Deret ini sudah pernah kita bahasa dalam tutorial perulangan FOR, sekarang tinggal mengkonversinya menjadi perulangan WHILE.

Sebelum menutup tutorial ini, saya ingin membuat tantangan lain. Tanpa menjalankan kode program di bawah ini, bisakah anda menebak hasilnya?

class BelajarJava {    public static void main(String args[]){            int i = 10;      while (i <= 5){        System.out.println("Hello World "+ i);        i++;      }        }  }

Berapa kali teks “Hello World” tampil?

Yup, jawabannya: Tidak ada. Alasannya adalah karena kondisi awal perulangan WHILE sudah langsung tidak terpenuhi.

Di baris 4 saya mengisi variabel i dengan angka 10. Kemudian terdapat blok perulangan WHILE dengan perintah while (i <= 5). Artinya, selama nilai variabel i kurang dari 5, jalankan perulangan. Masalahnya, nilai variabel i saat ini adalah 10, sehingga 10 <= 5 sudah langsung false. Dengan demikian, blok perulangan tidak akan pernah dijalankan.


Pada tutorial kali ini kita telah mempelajari cara penggunaan perulangan while atau while loop dalam bahasa pemrograman Java. Selanjutnya akan dibahas tentang perulangan ketiga, yakni Perulangan DO WHILE.

 

Itulah tadi informasi mengenai Tutorial Belajar Java Part 34: Perulangan WHILE Bahasa Java oleh - seputarcocos2d.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarcocos2d.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Monday, July 27, 2020

Tutorial Belajar Java Part 27: Jenis-jenis Operator Bitwise Bahasa Java oleh - seputarcocos2d.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarcocos2d.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Tutorial Belajar Java Part 27: Jenis-jenis Operator Bitwise Bahasa Java oleh - seputarcocos2d.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Melanjutkan pembahasan tentang operator bahasa Java, dalam tutorial ini kita akan mempelajari Pengertian dan Jenis-jenis Operator Bitwise dalam bahasa pemrograman Java.


Pengertian Operator Bitwise dalam Bahasa Java

Bitwise adalah operator khusus untuk menangani operasi logika bilangan biner dalam bentuk bit.

Bilangan biner sendiri merupakan jenis bilangan yang hanya terdiri dari 2 jenis angka, yakni 0 dan 1. Jika nilai asal yang dipakai bukan bilangan biner, akan dikonversi secara otomatis oleh compiler Java menjadi bilangan biner. Misalnya 7 desimal = 0111 dalam bilangan biner.

Dalam penerapannya, operator bitwise tidak terlalu sering dipakai, kecuali anda sedang membuat program yang harus memproses bit-bit komputer. Selain itu operator ini cukup rumit dan harus memiliki pemahaman tentang sistem bilangan biner. Dalam bahasan kali ini saya menganggap sudah paham beda antara bilangan biner (basis 2) dan bilangan desimal (basis 10).

Bahasa Java mendukung 6 jenis operator bitwise. Daftar lengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Operator Nama Contoh Biner Hasil (biner) Hasil (desimal)
& AND 10 & 12 1010 & 1100 1000 8
| OR 10 | 12 1010 | 1100 1110 14
^ XOR 10 ^ 1 1010 ^ 1100 0110 6
~ NOT ~10  ~1010 0101 -11 (Two’s complement)
<< Left shift 10 << 1 1010 << 1 10100 20
>> Right shift 10 >> 1 1010 >> 1 101 5

Contoh Kode Program Operator Bitwise Bahasa Java

Berikut contoh kode program operator bitwise dalam bahasa Java:

class BelajarJava {    public static void main(String args[]){                int a = 181;      int b = 108;      int hasil;             hasil = a & b;      System.out.println("Hasil dari a & b : " + hasil );               hasil = a | b;      System.out.println("Hasil dari a | b : " + hasil );               hasil = a ^ b;      System.out.println("Hasil dari a ^ b : " + hasil );               hasil = ~a;      System.out.println("Hasil dari ~a : " + hasil );               hasil = a >> 1;      System.out.println("Hasil dari a >> 1 : " + hasil );               hasil = b << 2;      System.out.println("Hasil dari b << 2 : " + hasil );              }  }

Hasil kode program:

Hasil dari a & b : 36  Hasil dari a | b : 253  Hasil dari a ^ b : 217  Hasil dari ~a : -182  Hasil dari a >> 1 : 90  Hasil dari b << 2 : 432

Dalam contoh di atas saya mendefinisikan 2 variabel: a dan b. Kemudian memberikan nilai awal 181 dan 108. Jika di konversi ke dalam bentuk biner, keduanya berisi angka berikut:

a = 181 (desimal) = 10110101 (biner)   b = 108 (desimal) = 01101100 (biner)

Di baris 8 saya melakukan operasi & (AND) terhadap kedua variabel. Operasi bitwise “and” ini akan memproses bit per bit dari kedua variabel, jika kedua bit sama-sama 1, maka hasilnya juga 1, selain kondisi tersebut, nilai akhirnya adalah 0. Berikut perhitungan bitwise “and”:

a     = 10110101  b     = 01101100          --------  a & b = 00100100 = 36 (desimal)

Tampilan perintah System.out.println() di baris 9 memperlihatkan isinya sama dengan perhitungan kita, yakni 36 (dalam bentuk desimal).

Di baris 11 terdapat operasi | (OR), hasilnya akan bernilai 0 jika kedua bit bernilai 0, selain itu nilai bit akan di set menjadi 1. Berikut cara perhitungan bitwise “or”:

a     = 10110101  b     = 01101100          --------  a | b = 11111101 = 253 (desimal)

Di baris 14 terdapat operasi ^ (XOR), hasilnya akan bernilai 1 jika salah satu dari kedua variabel bernilai 1 (namun tidak keduanya). Atau dengan kata lain jika kedua bit berlainan, hasilnya 1 tapi kalau sama-sama 0 atau sama-sama 1, hasilnya 0.

Berikut cara perhitungan bitwise “xor”:

a       = 10110101  b       = 01101100            --------  $a ^ $b = 11011001 = 217 (desimal)

Di baris 17 saya membuat operasi ~ atau not, yang akan membalikkan nilai bit sebuah variabel dari 0 menjadi 1, dan 1 menjadi nol. Namun perhitungan bit not ini sedikit membingungkan karena jika kita hanya membalikkan seluruh bit saja, hasilnya tidak sesuai dengan apa yang dihitung oleh compiler Java:

a  = 10110101       --------  ~a = 01001010 = 74 (desimal) ==> salah ???

Dari hasil menjalankan program, dapat dilihat bahwa ~a = -182, dari manakah datangnya angka -182?

Ini berkaitan dengan cara compiler bahasa Java menyimpan angka biner (dan juga hampir semua bahasa pemrograman komputer modern). Angka biner di dalam bahasa Java disimpan dalam format “Two’s complement”. Penjelasan tentang “Two’s complement” ini cukup panjang, jika tertarik saya sudah membahasnya lengkap di buku Pascal Uncover, atau bisa ke Two’s complement Wikipedia.

Secara singkat, rumusnya adalah -a - 1, sehingga ~a = -181 - 1 = -182 (desimal)

Di baris 20 terdapat operator shift right “>>” dimana bahasa Java akan menggeser posisi bit dalam variabel a ke kanan sebanyak 1 tempat. Berikut proses yang terjadi:

a      = 10110101 = 181  a >> 1 =  1011010 = 90 (desimal)

Operator shift right menggeser nilai biner variabel a ke arah kanan, sehingga digit paling kanan akan dihapus. Operator shift right ini akan menghasilkan nilai asal / 2. Dalam contoh kita, hasilnya adalah 180/2 = 90 (dibulatkan). Setiap penggeseran 1 tempat ke kanan akan membagi 2 nilai asal.

Di baris 23 merupakan operator shift left “<<” dimana nilai variabel b akan digeser sebanyak 2 digit ke kiri. Berikut proses yang terjadi:

b       =   01101100 = 108  b << 1  =  011011000 = 216 (desimal)  b << 2  = 0110110000 = 432 (desimal)

Ketika hasil pergeseran ke kiri, digit paling kanan akan diisi angka 0. Setiap penggeseran 1 tempat ke kiri akan mengkali 2 nilai asal. Karena variabel b berisi desimal 108, maka hasil dari << 2 sama dengan 108 * 2 = 216, 216 * 2 = 432.


Dalam tutorial kali ini kita telah mempelajari operator bitwise dalam bahasa pemrograman Java. Pada prakteknya, operator bitwise tidak terlalu sering dipakai. Berikutnya akan masuk ke Operator Assignment atau Operator Penugasan bahasa Java.

Itulah tadi informasi dari daftar judi online mengenai Tutorial Belajar Java Part 27: Jenis-jenis Operator Bitwise Bahasa Java oleh - seputarcocos2d.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarcocos2d.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sunday, July 26, 2020

Tutorial Belajar Java Part 32: Percabangan Kondisi Switch Case Bahasa Java oleh - seputarcocos2d.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarcocos2d.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Tutorial Belajar Java Part 32: Percabangan Kondisi Switch Case Bahasa Java oleh - seputarcocos2d.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kondisi SWITCH CASE yang akan kita pelajari ini bisa dipandang sebagai alternatif penulisan dari kondisi logika IF ELSE IF pada tutorial Java sebelumnya. Namun tidak semua kondisi IF ELSE IF bisa dikonversi ke dalam bentuk SWITCH CASE, yang kita akan bahas dengan lebih detail.


Pengertian SWITCH CASE Bahasa Java

Kondisi SWITCH CASE adalah percabangan kode program dimana kita membandingkan isi sebuah variabel dengan beberapa nilai. Jika proses perbandingan tersebut menghasilkan true, maka block kode program akan di proses.

Kondisi SWITCH CASE terdiri dari 2 bagian, yakni perintah SWITCH dimana terdapat nama variabel yang akan diperiksa, serta 1 atau lebih perintah CASE untuk setiap nilai yang akan diperiksa.

Berikut format dasar penulisan kondisi SWITCH CASE dalam bahasa Java:

  switch (nama_variabel) {      case 'nilai_1':        // Kode program yang dijalankan jika nama_variabel == nilai_1        break;      case 'nilai_2':        // Kode program yang dijalankan jika nama_variabel == nilai_2        break;      case 'nilai_3':        // Kode program yang dijalankan jika nama_variabel == nilai_3        break;      ...      ...      default:         // Kode program yang dijalankan jika tidak ada kondisi yang terpenuhi    }

Di awal kode program, terdapat perintah SWITCH untuk menginput variabel yang akan diperiksa. Kemudian terdapat beberapa perintah CASE yang diikuti dengan sebuah nilai.

Jika isi dari nama_variabel sama dengan salah satu nilai ini, maka blok kode program akan dijalankan. Jika ternyata tidak ada kondisi CASE yang dipenuhi, blok default di baris paling bawah lah yang akan dijalankan.

Di dalam setiap block case, diakhiri dengan perintah break; agar struktur CASE langsung berhenti begitu kondisi terpenuhi. Mari langsung lihat contoh prakteknya.


Contoh Kode Program SWITCH CASE Bahasa Java

Dalam tutorial sebelumnya, terdapat kode program untuk menampilkan nilai dengan struktur IF ELSE IF. Kita akan coba konversi menjadi bentuk SWITCH CASE.

Sebelumnya, berikut kode menampilkan nilai dengan struktur IF ELSE IF:

import java.util.Scanner;     class BelajarJava {    public static void main(String args[]){             char nilai;      Scanner input = new Scanner(System.in);             System.out.print("Input Nilai Anda (A - E): ");      nilai = input.next().charAt(0);             if (nilai == 'A' ) {        System.out.println("Pertahankan!");      }      else if (nilai == 'B' ) {        System.out.println("Harus lebih baik lagi");      }      else if (nilai == 'C' ) {        System.out.println("Perbanyak belajar");      }      else if (nilai == 'D' ) {        System.out.println("Jangan keseringan main");      }      else if (nilai == 'E' ) {        System.out.println("Kebanyakan bolos...");      }      else {        System.out.println("Maaf, format nilai tidak sesuai");      }          }  }

Program yang sama bisa dikonversi ke dalam bentuk SWITCH CASE berikut ini:

import java.util.Scanner;    class BelajarJava {    public static void main(String args[]){            char nilai;      Scanner input = new Scanner(System.in);            System.out.print("Input Nilai Anda (A - E): ");      nilai = input.next().charAt(0);            switch (nilai) {        case 'A':          System.out.println("Pertahankan!");          break;        case 'B':          System.out.println("Harus lebih baik lagi");          break;        case 'C':          System.out.println("Perbanyak belajar");          break;        case 'D':          System.out.println("Jangan keseringan main");          break;        case 'E':          System.out.println("Kebanyakan bolos...");          break;        default:          System.out.println("Maaf, format nilai tidak sesuai");      }        }  }

Hasil kode program:

Input Nilai Anda (A - E): A  Pertahankan!    Input Nilai Anda (A - E): D  Jangan keseringan main    Input Nilai Anda (A - E): E  Kebanyakan bolos...    Input Nilai Anda (A - E): F  Maaf, format nilai tidak sesuai

Di baris 10 terdapat perintah untuk meminta user menginput salah satu huruf antara ‘A’ â€" ‘E’. Nilai huruf ini kemudian disimpan ke dalam variabel nilai yang sudah di set ber tipe data char.

Kondisi SWITCH CASE dimulai pada baris 12. Di sini terdapat perintah switch (nilai) yang artinya kita ingin memeriksa isi dari variabel nilai. Seluruh block SWITCH berada di dalam tanda kurung kurawal yang dimulai dari baris 12 sampai 30.

Di baris 13 terdapat perintah case ‘A’: Ini artinya jika variabel nilai berisi karakter ‘A‘, maka jalankan isi dari block CASE, yakni perintah System.out.println(“Pertahankan!”). Lalu terdapat perintah break di baris 15 agar struktur CASE lain tidak perlu di proses lagi.

Di baris 16 terdapat perintah CASE kedua, yakni case ‘B’:. Sama seperti sebelumnya, blok ini akan dijalankan jika variabel nilai berisi huruf ‘B‘. Demikian seterusnya sampai case ‘E’ : di baris 25.

Jika ternyata tidak ada nilai yang sesuai, maka block default di baris 28 yang akan di eksekusi.

Struktur SWITCH CASE ini terlihat lebih rapi daripada struktur IF ELSE IF, dan kadang kala bisa lebih efisien. Namun SWITCH CASE juga memiliki batasan, dimana tidak bisa dipakai untuk kondisi yang lebih kompleks seperti perbandingan dengan tanda lebih besar dari ” > “, maupun penggabungan kondisi.

Kita tidak bisa membuat struktur CASE seperti berikut:

// ini akan error  case > '90':    System.out.println("Pertahankan!");    break;

Kondisi perbandingan di atas hanya bisa ditulis menggunakan struktur IF.

Sehingga jika kondisi yang diperiksa cukup rumit, maka terpaksa harus menggunakan struktur IF ELSE IF. Struktur SWITCH CASE yang kita pelajari kali ini hanya cocok untuk operasi perbandingan sederhana, dimana nilai yang diperiksa hanya terdiri dari nilai yang tetap.


Dalam tutorial ini kita telah membahas pengertian dan cara penggunaan struktur SWITCH CASE dalam bahasa pemrograman Java. Selanjutnya akan disambung dengan struktur perulangan (loop), yang diawali dengan perulangan FOR.

 

Itulah tadi informasi dari idn poker terpercaya mengenai Tutorial Belajar Java Part 32: Percabangan Kondisi Switch Case Bahasa Java oleh - seputarcocos2d.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarcocos2d.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Friday, July 24, 2020

Tutorial Belajar Java Part 31: Percabangan Kondisi IF ELSE IF Bahasa Java oleh - seputarcocos2d.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarcocos2d.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Tutorial Belajar Java Part 31: Percabangan Kondisi IF ELSE IF Bahasa Java oleh - seputarcocos2d.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Masih tentang kondisi percabangan kode program dengan perintah IF, kali ini akan kita bahas bentuk yang lebih kompleks, yakni kondisi IF ELSE IF. Struktur ini tidak lain terdiri dari gabungan beberapa kondisi IF ELSE yang saling bersambung.


Pengertian Kondisi IF ELSE IF Bahasa Java

Pada dasarnya, kondisi IF ELSE IF adalah sebuah struktur logika program yang di dapat dengan cara menyambung beberapa perintah IF ELSE menjadi sebuah kesatuan.

Jika kondisi pertama tidak terpenuhi atau bernilai false, maka kode program akan lanjut ke kondisi IF di bawahnya. Jika ternyata tidak juga terpenuhi, akan lanjut lagi ke kondisi IF di bawahnya lagi, dst hingga blok ELSE terakhir atau terdapat kondisi IF yang menghasilkan nilai true.

Berikut format dasar penulisan kondisi IF ELSE IF dalam bahasa Java:

if (condition_1) {    // Kode program yang dijalankan jika condition_1 berisi nilai True  }  else if (condition_2) {    // Kode program yang dijalankan jika condition_2 berisi nilai True  }  else if (condition_3) {     // Kode program yang dijalankan jika condition_3 berisi nilai True   }  else  {     // Kode program yang dijalankan jika semua kondisi tidak terpenuhi  }  

Mari kita lihat contoh prakteknya.


Contoh Kode Program Percabangan IF ELSE IF Java

Sebagai contoh pertama, saya ingin membuat kode program untuk menampilkan nilai. User diminta menginput sebuah huruf antara ‘A’ â€" ‘E’. Kemudian program akan menampilkan hasil yang berbeda-beda untuk setiap huruf, termasuk jika huruf tersebut di luar ‘A’ â€" ‘E’.

Berikut contoh kode programnya:

import java.util.Scanner;    class BelajarJava {    public static void main(String args[]){            char nilai;      Scanner input = new Scanner(System.in);            System.out.print("Input Nilai Anda (A - E): ");      nilai = input.next().charAt(0);            if (nilai == 'A' ) {        System.out.println("Pertahankan!");      }      else if (nilai == 'B' ) {        System.out.println("Harus lebih baik lagi");      }      else if (nilai == 'C' ) {        System.out.println("Perbanyak belajar");      }      else if (nilai == 'D' ) {        System.out.println("Jangan keseringan main");      }      else if (nilai == 'E' ) {        System.out.println("Kebanyakan bolos...");      }      else {        System.out.println("Maaf, format nilai tidak sesuai");      }         }  }

Hasil kode program:

Input Nilai Anda (A - E): A  Pertahankan!    Input Nilai Anda (A - E): D  Jangan keseringan main    Input Nilai Anda (A - E): E  Kebanyakan bolos...    Input Nilai Anda (A - E): F  Maaf, format nilai tidak sesuai

Di baris 6 saya mendefinisikan sebuah variabel nilai sebagai char. Variabel nilai ini kemudian dipakai untuk menampung input dari perintah input.next().charAt(0) di baris 10. Ini adalah proses input nilai char dalam bahasa Java.

Mulai dari baris 12 hingga 29, terdapat 5 kali pemeriksaan kondisi, yakni satu untuk setiap block IF ELSE. Dalam setiap kondisi, isi variabel nilai akan di diperiksa apakah berisi karakter ‘A’, ‘B’, hingga ‘E’. Jika salah satu kondisi terpenuhi, maka block kode program yang sesuai akan di eksekusi.

Jika ternyata nilai inputan bukan salah satu dari karakter ‘A’ â€" ‘E’, maka block ELSE di baris 28 lah yang akan dijalankan.

Setiap kondisi dari block IF ELSE IF bisa diisi dengan perbandingan yang lebih kompleks, seperti contoh berikut:

import java.util.Scanner;    class BelajarJava {    public static void main(String args[]){            byte nilai;      Scanner input = new Scanner(System.in);            System.out.print("Input Nilai Anda (0 - 100): ");      nilai = input.nextByte();            if (nilai >= 90 ) {        System.out.println("Pertahankan!");      }      else if (nilai >= 80 && nilai < 90) {        System.out.println("Harus lebih baik lagi");      }      else if (nilai >= 60 && nilai < 80) {        System.out.println("Perbanyak belajar");      }      else if (nilai >= 40 && nilai < 60) {        System.out.println("Jangan keseringan main");      }      else if (nilai < 40) {        System.out.println("Kebanyakan bolos...");      }      else {        System.out.println("Maaf, format nilai tidak sesuai");      }         }  }

Di sini saya memodifikasi sedikit kode program sebelumnya. Sekarang nilai inputan berupa angka antara 0 hingga 100.

Angka inputan ini ditampung ke dalam variabel nilai yang sekarang di set sebagai tipe data byte di baris 5. Tipe data byte adalah jenis terkecil dari tipe data angka bulat (integer) dalam bahasa Java, yakni bisa menampung antara -128 sampai dengan +127.

Di baris 12, variabel nilai di periksa apakah berisi angka yang lebih dari 90. Jika iya, tampilkan teks “Pertahankan!”.

Jika kondisi di baris 12 tidak terpenuhi (yang artinya isi variabel nilai kurang dari 90), maka kode program akan lanjut ke kondisi ELSE IF berikutnya di baris 15. Di sini saya menggabung dua buah kondisi pemeriksaan dengan operator logika && (operator AND). Kondisi if(nilai >= 80 && nilai < 90) hanya akan terpenuhi jika isi variabel nilai berada dalam rentang 80 sampai 89.

Ketika membuat kondisi perbandingan, kita harus hati-hati dengan penggunaan tanda, apakah ingin menggunakan tanda lebih besar saja (>) atau tanda lebih besar sama dengan (>=) karena bisa mempengaruhi hasil akhir.

Jika ternyata kondisi ini tidak dipenuhi juga (artinya isi variabel nilai kurang dari 80), program akan lanjut ke kondisi if(nilai >= 60 && nilai < 80) di baris 18, yakni apakah isi variabel nilai berada dalam rentang 60 â€" 79. Demikian seterusnya hingga kondisi terakhir if(nilai < 40) di baris 24.

Jika semua kondisi tidak terpenuhi, jalankan block ELSE di baris 27.

Berikut hasil percobaan dari kode program di atas:

Input Nilai Anda (0 - 100): 95  Pertahankan!    Input Nilai Anda (0 - 100): 60  Perbanyak belajar    Input Nilai Anda (0 - 100): 30  Kebanyakan bolos...

Yang cukup unik adalah, jika kita memberikan nilai di luar rentang 0 â€" 100, akan tetap ditangkap oleh kondisi IF di baris 10 atau di baris 22:

Input Nilai Anda (0 - 100): 120  Pertahankan!    Input Nilai Anda (0 - 100): -10  Kebanyakan bolos...

Ini terjadi karena nilai 120 tetap memenuhi syarat if (nilai >= 90), dan nilai -10 juga tetap memenuhi syarat if (nilai < 40). Silahkan anda modifikasi kode program di atas agar ketika diinput angka di luar dari rentang 0 â€" 100, tampil teks “Maaf, format nilai tidak sesuai”. Untuk hal ini kita cuma perlu mengubah / menambah 2 kondisi saja.

Namun jika diinput angka 200, yang akan tampil adalah pesan error berikut:

Exception in thread "main" java.util.InputMismatchException: Value out of range.   Value:"200" Radix:10          at java.base/java.util.Scanner.nextByte(Scanner.java:2008)          at java.base/java.util.Scanner.nextByte(Scanner.java:1956)          at BelajarJava.main(BelajarJava.java:10)

Ini terjadi karena angka 200 sudah berada di luar jangkauan tipe data byte. Solusi sederhana adalah dengan menukar tipe data byte dengan tipe data yang memiliki jangkauan lebih besar seperti int.

Atau idealnya, kita bisa buat kode tambahan untuk proses validasi. Terkait proses validasi inputan rencananya akan bahas dalam tutorial terpisah.


Dalam tutorial belajar Java kali ini kita telah membahas konsep struktur IF ELSE IF, yang tidak lain terdiri dari beberapa kondisi IF yang saling bersambung.

Berikutnya, akan dilanjutkan ke struktur kondisi SWITCH, yang dalam banyak hal merupakan alternatif penulisan dari kondisi IF ELSE IF yang baru saja kita pelajari.

Itulah tadi informasi dari agen idn poker mengenai Tutorial Belajar Java Part 31: Percabangan Kondisi IF ELSE IF Bahasa Java oleh - seputarcocos2d.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarcocos2d.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sunday, July 19, 2020

Tutorial Belajar Java Part 33: Perulangan FOR Bahasa Java oleh - seputarcocos2d.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarcocos2d.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Tutorial Belajar Java Part 33: Perulangan FOR Bahasa Java oleh - seputarcocos2d.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Dalam bahasa Java (dan juga bahasa turunan C seperti C++, PHP dan JavaScript ), terdapat 3 buah struktur perulangan atau looping, yakni perulangan for, perulangan while dan perulangan do while.

Dalam tutorial bahasa pemrograman Java kali ini kita akan bahas perulangan for terlebih dahulu.


Pengertian Struktur Perulangan For Bahasa Java

Struktur perulangan (atau dalam bahasa inggris disebut loop) adalah instruksi kode program yang bertujuan untuk mengulang beberapa baris perintah.

Dalam merancang perulangan for, setidaknya kita harus mengetahui 3 komponen:

  1. Kondisi awal perulangan.
  2. Kondisi pada saat perulangan.
  3. Kondisi yang harus dipenuhi agar perulangan berhenti.

Berikut format dasar struktur perulangan for dalam bahasa Java:

for (start; condition; increment)   {     // kode program     // kode program  }  

Start adalah kondisi pada saat awal perulangan. Biasanya kondisi awal ini berisi perintah untuk memberikan nilai kepada variabel counter. Variabel counter sendiri adalah sebuah variabel yang menentukan berapa banyak perulangan dilakukan. Kebanyakan programmer menggunakan variabel i sebagai variabel counter (ini tidak harus, boleh juga memakai variabel lain).

Condition adalah kondisi yang harus dipenuhi agar perulangan berjalan. Selama kondisi ini terpenuhi, maka compiler bahasa Java akan terus melakukan perulangan. Misalnya condition ini berisi perintah i < 7, maka selama variabel counter i berisi angka yang kurang dari 7, terus lakukan perulangan.

Increment adalah bagian yang dipakai untuk memproses variabel counter agar bisa memenuhi kondisi akhir perulangan. Bagian ini akan selalu di eksekusi di setiap perulangan.

Disebut increment karena biasanya berisi operasi increment seperti i++, yang sebenarnya sama dengan i = i + 1. Maksudnya, dalam setiap perulangan naikkan variabel i sebanyak 1 angka. Namun kita juga bisa memberikan nilai lain seperti i = i + 2 sehingga variabel counter akan naik 2 angka setiap perulangan

Sebagai tambahan, terdapat istilah iterasi (iteration), yang berarti 1 kali perulangan. Istilah ini cukup sering dipakai ketika membahas tentang struktur perulangan.

Baik, cukup dengan teorinya mari kita masuk ke contoh praktek.


Contoh Kode Program Perulangan For Bahasa Java

Sebagai contoh pertama, saya ingin menampilkan teks  “Hello World” sebanyak 5 kali. Berikut kode programnya:

class BelajarJava {    public static void main(String args[]){            int i;       for (i = 1; i < 5; i++) {         System.out.println("Hello World ");       }        }  }

Di baris 4 saya membuat sebuah variabel i yang di set dengan tipe data integer. Variabel ini nantinya akan dipakai sebagai variabel counter, yakni variabel yang menentukan kondisi akhir perulangan.

Perintah di baris 5, yakni for (i = 1; i < 5; i++), bisa dibaca:

“Jalankan perulangan, mulai dari variabel i = 1 sampai i < 5. Dalam setiap iterasi, naikkan nilai variabel i sebanyak 1 angka menggunakan perintah i++“.

Berikut hasilnya:

Hello World  Hello World  Hello World  Hello World

Pertanyaannya, kenapa hanya tampil 4 baris “Hello World“? Padahal kita mengulang dari i = 1 sampai i < 5.

Ini berkaitan dengan penggunaan tanda. Kondisi akhir perulangan adalah i < 5, yang artinya akan selalu bernilai true jika i kurang dari 5, tapi jika sudah sampai dengan 5 maka kondisi menjadi false dan perulangan berhenti.

Agar teks “Hello World” bisa tampil sebanyak 5 kali, ada 2 alternatif. Yakni bisa dengan mengubah kondisi awal menjadi i = 0, atau mengubah kondisi akhir menjadi i <=5. Pilihan kedua ini terlihat lebih baik:

class BelajarJava {    public static void main(String args[]){            int i;       for (i = 1; i <= 5; i++) {         System.out.println("Hello World ");       }        }  }

Hasil kode program:

Hello World  Hello World  Hello World  Hello World  Hello World

Sekarang teks “Hello World” sudah tampil sebanyak 5 kali. Sekali lagi, hati-hati dengan menggunakan tanda perbandingan, terutama antara “<” dengan “<=“.

Di dalam perulangan, kita juga bisa mengakses variabel counter seperti contoh berikut:

class BelajarJava {    public static void main(String args[]){            int i;       for (i = 1; i <= 5; i++) {         System.out.println("Hello World "+i);       }        }  }

Hasil kode program:

Hello World 1  Hello World 2  Hello World 3  Hello World 4  Hello World 5

Sekarang setelah teks “Hello World“, tampil angka yang berasal dari nilai variabel i. Karena dalam setiap iterasi variabel counter i akan naik 1 angka (proses increment), maka ketika ditampilkan juga akan naik 1 angka untuk setiap iterasi.

Variabel counter i juga tidak harus di increment, tapi juga bisa di decrement untuk membuat perulangan menurun. Berikut contohnya:

class BelajarJava {    public static void main(String args[]){            int i;       for (i = 5; i >= 1; i--) {         System.out.println("Hello World "+i);       }        }  }

Hasil kode program:

Hello World 5  Hello World 4  Hello World 3  Hello World 2  Hello World 1

Kode kita sangat mirip seperti sebelumnya, tapi perhatikan perintah for di baris 5: for (i = 5; i >= 1; iâ€"). Ini bisa dibaca:

“Jalankan perulangan, mulai dari variabel i = 5 sampai i >= 1. Dalam setiap iterasi, turunkan nilai variabel i sebanyak 1 angka menggunakan perintah i--“.

Hasilnya, nilai variabel counter i akan berkurang 1 angka dalam setiap iterasi.

Sebagai contoh terakhir, bisakah anda membuat perulangan untuk menampilkan angka kelipatan 3 sebanyak 10 kali? Hasil akhir yang kita inginkan adalah sebagai berikut:

3 6 9 12 15 18 21 24 27 30

Terdapat beberapa cara untuk menghasilkan deret ini. Pertama, ubah di sisi block perintah yang akan dijalankan. Dimana variabel counter i tetap naik dari 1 sampai 10:

class BelajarJava {    public static void main(String args[]){            int i;       for (i = 1; i <= 10; i++) {         System.out.print(i*3 + " ");       }        }  }

Agar menghasilkan angka yang naik kelipatan 3, teknik yang dipakai adalah mengalikan nilai variabel counter i dengan angka 3 untuk setiap iterasi.

Cara kedua adalah memodifikasi proses increment dari variabel counter:

class BelajarJava {    public static void main(String args[]){            int i;       for (i = 3; i <= 30; i = i + 3) {         System.out.print(i + " ");       }        }  }

Perhatikan perintah perulangan for di baris 5. Perintah for (i = 3; i <= 30; i = i + 3) bisa dibaca:

“Jalankan perulangan, mulai dari variabel i = 3 sampai i <= 30. Dalam setiap iterasi, naikkan nilai variabel i sebanyak 3 angka menggunakan perintah i = i + 3“.

Teknik ini agak jarang dipakai, tapi itu bisa dilakukan.


Dalam tutorial kali ini kita telah membahas tentang perulangan (looping) for. Nantinya looping ini bisa dikombinasikan lebih lanjut misalnya untuk membuat perulangan bersarang (nested loop).

Tapi untuk tutorial berikutnya kita akan lanjut dulu ke bentuk perulangan kedua dalam bahasa Java, yakni perulangan WHILE.

Itulah tadi informasi mengenai Tutorial Belajar Java Part 33: Perulangan FOR Bahasa Java oleh - seputarcocos2d.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarcocos2d.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Saturday, July 18, 2020

Tutorial Belajar Java Part 25: Jenis-jenis Operator Perbandingan / Relasional Bahasa Java oleh - seputarcocos2d.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarcocos2d.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Tutorial Belajar Java Part 25: Jenis-jenis Operator Perbandingan / Relasional Bahasa Java oleh - seputarcocos2d.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Menyambung tutorial tentang operator di bahasa pemrograman Java, kali ini kita akan membahas Jenis-jenis Operator Perbandingan / Relasional.


Operator Perbandingan / Relasional Bahasa Java

Operator perbandingan dipakai untuk membandingkan 2 buah nilai, apakah nilai tersebut sama besar, lebih kecil, lebih besar, dll. Hasil dari operator perbandingan ini adalah boolean True atau False.

Tabel berikut merangkum hasil dari operator perbandingan dalam bahasa Java:

Operator Penjelasan Contoh Hasil
== Sama dengan 5 == 5 true
!= Tidak sama dengan 5 != 5 false
> Lebih besar 5 > 6 false
< Lebih kecil 5 < 6 true
>= Lebih besar atau sama dengan 5 >= 3 true
<= Lebih kecil atau sama dengan 5 <= 5 true

Operator perbandingan ini biasa dipakai dalam proses pengambilan keputusan atau percabangan kode program. Sebagai contoh, jika angka pertama lebih besar dari kedua, maka jalankan perintah ini. Atau jika string password = ‘123456’ maka berikan hak akses.

Operator perbandingan kadang disebut juga dengan operator relasional karena kita membandingkan hubungan (relasi) sebuah nilai dengan nilai lainnya.


Contoh Kode Program Operator Perbandingan Bahasa Java

Berikut contoh kode program untuk operasi perbandingan dalam bahasa pemrograman Java:

class BelajarJava {    public static void main(String args[]){               int a = 10;      int b = 5;      boolean hasil;            hasil = a == b;      System.out.println("Apakah a == b ? " + hasil );               hasil = a != b;      System.out.println("Apakah a != b ? " + hasil );               hasil = a > b;      System.out.println("Apakah a > b ? " + hasil );               hasil = a < b;      System.out.println("Apakah a < b ? " + hasil );               hasil = a >= b;      System.out.println("Apakah a >= b ? " + hasil );            hasil = a <= b;      System.out.println("Apakah a <= b ? " + hasil );             }  }

Hasil kode program:

Apakah a == b ? false  Apakah a != b ? true  Apakah a > b ? true  Apakah a < b ? false  Apakah a >= b ? true  Apakah a <= b ? false

Operasi perbandingan tidak hanya untuk tipe data angka saja, tapi juga bisa berbagai tipe data lain seperti char atau String. Berikut contohnya:

class BelajarJava {    public static void main(String args[]){          boolean hasil;         hasil = 'z' == 'Z';    System.out.println("Isi variabel hasil: " + hasil);         hasil = 'z' != 'Z';    System.out.println("Isi variabel hasil: " + hasil);        hasil = "Duniailkom" == "duniailkom";    System.out.println("Isi variabel hasil: " + hasil);      hasil = 'A' < 'B';    System.out.println("Isi variabel hasil: " + hasil);        }  }

Hasil kode program:

Isi variabel hasil: false  Isi variabel hasil: true  Isi variabel hasil: false  Isi variabel hasil: true

Jika yang dibandingkan berupa karakter, hasilnya dilihat dari urutan karakter ASCII. Dalam tabel ASCII, karakter ‘A’ memiliki nomor urut yang lebih rendah daripada ‘B’, sehingga ‘A’ < ‘B’ adalah true.

Dalam prakteknya, operasi perbandingan baru berguna dalam percabangan kode program seperti struktur IF:

import java.util.Scanner;    class BelajarJava {    public static void main(String args[]){        Scanner input = new Scanner(System.in);    int var1;         System.out.print("Input sembarang angka: ");    var1 = input.nextInt();        if (var1 % 2 != 0) {      System.out.print(var1 + " adalah angka ganjil");    }    else {      System.out.print(var1 + " adalah angka genap");    }        }  }  

Contoh kode Java untuk operator perbandingan
Kita memang belum membahas tentang struktur if, tapi konsepnya cukup sederhana. Di awal kode program saya meminta user untuk menginput sebuah angka. Angka ini kemudian disimpan ke dalam variabel var1 hasil dari perintah input.nextInt().

Pada baris 12, saya melakukan sebuah operasi perbandingan: if (var1 % 2 != 0)? Yakni apakah var1 tidak habis dibagi 2? Jika anda ragu dengan tanda %, itu adalah operator modulus yang pernah kita bahas dalam tutorial operator aritmatika.

Kondisi di atas hanya akan true jika var1 diisi dengan angka ganjil. Jika ini yang terjadi, jalankan perintah System.out.print(var1 + ” adalah angka ganjil”). Jika hasilnya false, jalankan System.out.print(var1 + ” adalah angka genap”). Inilah salah satu penerapan dari operasi perbandingan / relasi.


Dalam tutorial kali ini kita telah membahas pengertian dan cara penggunaan operator perbandingan dalam bahasa Java. Berikutnya akan membahas tetang Jenis-jenis Operator Logika dalam bahasa Java.

Itulah tadi informasi dari situs poker resmi mengenai Tutorial Belajar Java Part 25: Jenis-jenis Operator Perbandingan / Relasional Bahasa Java oleh - seputarcocos2d.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarcocos2d.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Thursday, July 16, 2020

Kampus Terbaik Jurusan Teknik Informatika dan Ilmu Komputer oleh - seputarcocos2d.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarcocos2d.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Kampus Terbaik Jurusan Teknik Informatika dan Ilmu Komputer oleh - seputarcocos2d.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Saat ini jurusan Teknik Informatika dan Ilmu Komputer sudah menjadi salah satu jurusan terfavorit di berbagai Universitas. Passing grade atau tingkat persaingan jurusan ini juga sangat tinggi, biasanya hanya kalah dari jurusan kedokteran.

Namun tidak jarang banyak calon mahasiswa yang masih bingung dalam memilih dan menentukan universitas apa yang sebaiknya dipilih. Dalam artikel kali ini saya akan mencoba merangkum daftar universitas terbaik untuk jurusan teknik informatika dan ilmu komputer di Indonesia.

Secara umum, jurusan teknik informatika dan ilmu komputer tidak terlalu berbeda. Beberapa sumber ada yang berpendapat bahwa ini hanya perbedaan nama. Ilmu Komputer disadur dari istilah Computer Science (banyak di gunakan di Amerika Serikat), sedangkan Teknik Informatika disadur dari Informatics (banyak di gunakan di Eropa).

Untuk pembahasan yang lebih detail, anda bisa lanjut ke: Apa Perbedaan Jurusan Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Sistem Informasi dan Teknik Komputer?


Bagaimana Menentukan Universitas Terbaik?

Banyak faktor yang bisa digunakan untuk menentukan universitas yang terbaik, mulai dari fasilitas, kelengkapan lab, jumlah dosen, atau bahkan klaim universitas tersebut di media massa (iklan).

Agar seragam dan tidak memihak, kali saya menggunakan data akreditasi dari pemerintah. Penilaian akreditasi ini diselenggarakan oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN-PT). Secara sederhana, akreditasi ini bisa dibilang “tingkat kualitas” dari sebuah jurusan.

Setiap jurusan di Universitas dan Perguruan Tinggi se-Indonesia wajib memiliki nilai akreditasi. Ini dilakukan agar pemerintah bisa melihat universitas mana yang masih “kurang” dan bagaimana cara meningkatkan kualitasnya.


Apa Saja Faktor yang Dinilai dari Akreditasi BAN-PT?

Akreditasi BAN-PT merupakan kumpulan dari berbagai aspek, diantaranya:

  • Visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian. Setiap universitas tentu memiliki visi dan misi masing-masing. Disini dilihat apakah universitas tersebut memang sungguh-sungguh ingin menjadi yang terbaik, dan bagaimana cara mencapainya.
  • Tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu. Hal ini lebih kepada sistem administrasi dari jurusan tersebut, apakah sudah rapi, disiplin, dsb.
  • Mahasiswa dan lulusan. Berapa banyak jumlah mahasiswa dan berapa banyak dari lulusan yang telah bekerja atau buka usaha sendiri misalnya startup digital. Semakin banyak yang diterima bekerja tentu semakin bagus. Perusahaan tempat lulusan tersebut juga menjadi poin tambahan, misalnya diterima di perusahaan asing, swasta nasional, atau BUMN. Apakah diterima sebagai karyawan biasa atau karyawan pimpinan (seperti Management Trainee).
  • Sumber daya manusia. Termasuk disini berapa jumlah dosen serta pendidikan dosen, misalnya berapa banyak dosen dengan gelar S-2 (magister), S-3 (doktor), atau professor. Semakin banyak tentu semakin bagus.
  • Pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi. Ini berkaitan dengan fasilitas yang tersedia, misalnya ruangan kelas yang memadai, labor komputer yang cukup, dll.
  • Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik. Termasuk disini pemilihan mata kuliah, maupun kegiatan ekstra mahasiswa, prestasi dari jurusan tersebut, apakah pernah memang lomba programming, kompetisi coding, robotika, baik tingkat lokal maupun mancanegara.
  • Penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama. Berkaitan dengan “aktifnya” jurusan tersebut mengadakan seminar, penelitian, seberapa banyak pihak kampus mengadakan sosialisasi ke masyarakat sekitar, atau bekerjasama dengan perusahaan.

Dari faktor-faktor yang diuji, cukup beralasan menjadikan akreditasi BAN-PT sebagai patokan bagus tidaknya sebuah jurusan. Nilai akreditasi ini juga bisa anda cek sendiri ke situs resmi BAN-PT, di: https://www.banpt.or.id/direktori/prodi/pencarian_prodi.php.

Di situs ini, kita bisa melihat nilai akreditasi dari semua jurusan di seluruh universitas dan perguruan tinggi yang ada di Indonesia (tidak hanya jurusan teknik informatika dan ilmu komputer saja).

Nilai akreditasi BAN-PT berupa huruf: A, B, dan C. Akreditasi A merupakan nilai tertinggi.


Universitas Terbaik untuk Jurusan Ilmu Komputer

Dengan menulis “Ilmu Komputer” di kotak pencarian Nama Program Studi, dan hanya tingkat Sarjana (S1), berikut hasil yang saya dapat (diakses 13 Juni 2020):

Akreditasi Jurusan Ilmu Komputer

Terdapat 36 Perguruan Tinggi yang memiliki jurusan S-1 Ilmu Komputer. Dengan mensyaratkan nilai akreditasi A, berikut daftar Universitas terbaik untuk jurusan Ilmu Komputer di Indonesia (diurutkan berdasarkan abjad):

  • Institut Pertanian Bogor
  • Universitas Indonesia
  • Universitas Lampung
  • Universitas Sumatera Utara

Dengan demikian, bisa dibilang 4 Perguruan tinggi inilah yang menjadi kampus terbaik untuk jurusan Ilmu Komputer (setidaknya untuk tahun 2020).

Selain itu terdapat 9 Perguruan Tinggi dengan akreditasi B untuk jurusan Ilmu Komputer (diurutkan berdasarkan abjad):

  • Universitas Bina Sarana Informatika
  • Universitas Hasanuddin
  • Universitas Lambung Mangkurat
  • Universitas Mulawarman
  • Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
  • Universitas Negeri Jakarta
  • Universitas Nusa Cendana
  • Universitas Pakuan
  • Universitas Pendidikan Indonesia

Universitas Terbaik untuk Jurusan Teknik Informatika

Dengan menulis “Teknik Informatika” di kotak pencarian Nama Program Studi, dan hanya tingkat Sarjana (S1), berikut hasil yang saya dapat (diakses 13 Juni 2020):

Akreditasi Jurusan Teknik Informatika

Total terdapat sekitar 438 Perguruan tinggi yang menggelar jurusan S-1 Teknik Informatika. Dengan mensyaratkan nilai akreditasi A, berikut daftar Universitas terbaik untuk jurusan Teknik Informatika di Indonesia (diurutkan berdasarkan abjad):

  • Institut Teknologi Bandung
  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Universitas Ahmad Dahlan
  • Universitas Atma Jaya Yogyakarta
  • Universitas Bina Nusantara
  • Universitas Dian Nuswantoro
  • Universitas Esa Unggul
  • Universitas Gunadarma
  • Universitas Hasanuddin
  • Universitas Islam Indonesia
  • Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Universitas Kristen Petra
  • Universitas Kristen Satya Wacana
  • Universitas Mercu Buana
  • Universitas Pancasila
  • Universitas Presiden
  • Universitas Teknologi Yogyakarta
  • Universitas Telkom

Terdapat 18 kampus yang memiliki nilai akreditasi A untuk jurusan Teknik Informatika. Inilah daftar kampus terbaik jika ingin masuk ke Jurusan Teknik Informatika.

Selain itu terdapat 222 Perguruan Tinggi dengan akreditasi B untuk jurusan Teknik Informatika. Daftarnya memang cukup panjang tapi agar artikel ini menjadi makin lengkap akan saya sajikan semuanya disini (diurutkan berdasarkan abjad):

  • Institut Bisnis Dan Informatika Kwik Kian Gie
  • Institut Informatika Dan Bisnis Darmajaya
  • Institut Keu Perbankan Dan Inf Asia Perbanas
  • Institut Sains Dan Teknologi Akprind
  • Institut Sains Dan Teknologi Nasional Jakarta
  • Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
  • Institut Teknologi Budi Utomo
  • Institut Teknologi Dan Bisnis Kalbis
  • Institut Teknologi Harapan Bangsa
  • Institut Teknologi Indonesia
  • Institut Teknologi Nasional Bandung
  • Institut Teknologi Nasional Malang
  • Institut Teknologi Padang
  • Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Dinamika Bangsa
  • Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Pelita Indonesia
  • Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Poltek Cirebon
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Akakom Yogyakarta
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Akba
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Amik Bandung
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Amik Riau
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Asia Malang
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Atma Luhur
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Balikpapan
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Bina Sarana Global
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Catur Insan Cendekia
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Duta Bangsa
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer El Rahma
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Inovasi Sains Teknologi Bisnis
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Jayakarta
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Kaputama
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Lamappapoleonro
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Mikroskil
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Nusa Mandiri Jakarta
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Nusa Mandiri Sukabumi
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Palcomtech
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Pontianak
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Ppkia Pradnya Paramita
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Raharja
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Sinar Nusantara
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Stikom Indonesia
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Sumedang
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Tasikmalaya
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Teknokrat Bandar Lampung
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Time Medan
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Widuri
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Yadika Bangil
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer Uyelindo Kupang
  • Sekolah Tinggi Teknik Atlas Nusantara
  • Sekolah Tinggi Teknik Harapan Medan
  • Sekolah Tinggi Teknik Ibnu Sina
  • Sekolah Tinggi Teknik Multimedia Cendikia Abditama
  • Sekolah Tinggi Teknik Pln
  • Sekolah Tinggi Teknik Surabaya
  • Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto
  • Sekolah Tinggi Teknologi Dumai
  • Sekolah Tinggi Teknologi Garut
  • Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia Tanjung Pinang
  • Sekolah Tinggi Teknologi Informasi Niit
  • Sekolah Tinggi Teknologi Pagaralam
  • Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom
  • St Ilmu Komputer Cipta Karya Informatika
  • Stiki Malang
  • Stmik Amikom Purwokerto
  • Stmik Banjarbaru
  • Stmik Bina Insani
  • Stmik Budi Darma
  • Stmik Bumi Gora
  • Stmik Dci
  • Stmik Dipanegara Makassar
  • Stmik Global Informatika Mdp
  • Stmik Hang Tuah Pekanbaru
  • Stmik Likmi
  • Stmik Mardira Indonesia
  • Stmik Mitra Lampung
  • Stmik Nurdin Hamzah
  • Stmik Palangka Raya
  • Stmik Parnaraya
  • Stmik Pelita Nusantara Medan
  • Stmik Pranata Indonesia
  • Stmik Swadharma
  • Stmik Widya Cipta Dharma
  • Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Universitas Advent Indonesia
  • Universitas Aki
  • Universitas Bakrie
  • Universitas Bandar Lampung
  • Universitas Banten Jaya
  • Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
  • Universitas Bhayangkara Surabaya
  • Universitas Bina Darma Palembang
  • Universitas Borobudur
  • Universitas Brawijaya
  • Universitas Bsi
  • Universitas Buddhi Dharma
  • Universitas Budi Luhur
  • Universitas Bumigora
  • Universitas Bunda Mulia
  • Universitas Catur Insan Cendekia
  • Universitas Cokroaminoto Palopo
  • Universitas Darma Persada
  • Universitas Dehasen Bengkulu
  • Universitas Dharmas Indonesia Padang
  • Universitas Diponegoro
  • Universitas Dr. Soetomo
  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Hamzanwadi
  • Universitas Harapan Medan
  • Universitas Ibn Khaldun
  • Universitas Ibnu Sina
  • Universitas Ichsan Gorontalo
  • Universitas Indo Global Mandiri
  • Universitas Indraprasta Pgri
  • Universitas Islam Balitar
  • Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin
  • Universitas Islam Lamongan
  • Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim
  • Universitas Islam Negeri Sulthan Syarif Kasim
  • Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati
  • Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
  • Universitas Islam Riau
  • Universitas Janabadra
  • Universitas Jenderal Achmad Yani
  • Universitas Jenderal Soedirman
  • Universitas Kanjuruhan
  • Universitas Katolik De La Salle
  • Universitas Katolik Musi Charitas
  • Universitas Katolik Parahyangan
  • Universitas Katolik Santo Thomas
  • Universitas Katolik Soegijapranata
  • Universitas Kebangsaan
  • Universitas Khairun
  • Universitas Klabat
  • Universitas Komputer Indonesia
  • Universitas Krisnadwipayana
  • Universitas Kristen Duta Wacana
  • Universitas Kristen Immanuel Yogyakarta
  • Universitas Kristen Krida Wacana
  • Universitas Kristen Maranatha
  • Universitas Kuningan
  • Universitas Lampung
  • Universitas Lancang Kuning
  • Universitas Langlang Buana
  • Universitas Ma Chung
  • Universitas Malikussaleh
  • Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Universitas Mataram
  • Universitas Mercu Buana Yogyakarta
  • Universitas Methodist Indonesia
  • Universitas Mohammad Husni Thamrin Jakarta
  • Universitas Muhadi Setiabudi
  • Universitas Muhammadiyah Cirebon
  • Universitas Muhammadiyah Gresik
  • Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Universitas Muhammadiyah Jember
  • Universitas Muhammadiyah Magelang
  • Universitas Muhammadiyah Maluku Utara
  • Universitas Muhammadiyah Pare-pare
  • Universitas Muhammadiyah Ponorogo
  • Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  • Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Universitas Muhammadiyah Riau
  • Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  • Universitas Muhammadiyah Sukabumi
  • Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Universitas Multimedia Nusantara
  • Universitas Muria Kudus
  • Universitas Musamus Merauke
  • Universitas Muslim Indonesia
  • Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur
  • Universitas Nasional
  • Universitas Negeri Semarang
  • Universitas Nurtanio
  • Universitas Nurul Jadid
  • Universitas Nusa Nipa
  • Universitas Nusa Putra
  • Universitas Nusantara Pgri Kediri
  • Universitas Padjadjaran
  • Universitas Palangka Raya
  • Universitas Papua
  • Universitas Paramadina
  • Universitas Pasundan
  • Universitas Pelita Harapan
  • Universitas Pembangunan Jaya
  • Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
  • Universitas Persada Indonesia Yai
  • Universitas Pgri Ronggolawe
  • Universitas Pgri Yogyakarta
  • Universitas Potensi Utama
  • Universitas Putera Batam
  • Universitas Putra Indonesia Yptk Padang
  • Universitas Raharja
  • Universitas Respati Indonesia
  • Universitas Respati Yogyakarta
  • Universitas Riau
  • Universitas Sahid Surakarta
  • Universitas Sains Alqur An
  • Universitas Sam Ratulangi
  • Universitas Sanata Dharma
  • Universitas Sangga Buana
  • Universitas Satya Negara Indonesia
  • Universitas Semarang
  • Universitas Serang Raya
  • Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Universitas Sriwijaya
  • Universitas Stikubank
  • Universitas Surabaya
  • Universitas Suryakancana
  • Universitas Swiss German
  • Universitas Tama Jagakarsa
  • Universitas Tanjungpura
  • Universitas Tarumanagara
  • Universitas Trisakti
  • Universitas Trunojoyo
  • Universitas Ubudiyah Indonesia
  • Universitas Udayana
  • Universitas Widyatama
  • Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Universitas Yarsi
  • Universitas Yudharta Pasuruan

Disclaimer: Nilai akreditasi diatas merupakan hasil saat artikel ini ditulis pada Juni 2020. Nilai akreditasi jurusan selalu diupdate dan diperbaharui setiap beberapa tahun sekali. Info terbaru dari BAN-PT bahwa kedepannya akreditasi tidak lagi dengan huruf seperti A, B dan C. Tetapi dengan nilai “Baik”, “Sangat Baik”, “Unggul”, dan “Tidak Terakreditasi”.


Pentingkah Penilaian Akreditasi ini?

Saya pribadi berpendapat bahwa nilai akreditasi ini cukup penting. Jika anda melamar kerja nanti, ada beberapa perusahaan yang berpatokan ke nilai akreditasi. Ada kemungkinan kita sudah tersisih di seleksi administrasi karena akreditrasi jurusan tidak sesuai dengan syarat perusahaan.

Ini juga yang menjadi pertimbangan jika si A memiliki IP 3,9 dari universitas X, tapi yang diterima kerja adalah si B yang memiliki IP 3,2 dari universitas Z. Ini terjadi karena mungkin saja akreditasi jurusan universitas Z lebih tinggi daripada universitas X, walaupun IP si A lebih tinggi dari B (terlepas dari hasil nilai lain seperti wawancara, skill, dsb).

Namun seperti yang dibahas sebelumnya, nilai akreditasi merupakan kumpulan dari berbagai aspek. Bisa jadi ada kampus yang sebenarnya layak mendapat “A” tapi karena masih jurusan baru (belum memiliki alumni), dinilai sebagai B.


Jadi, Apakah Saya Harus Memilih Kampus Tersebut?

Jika anda memiliki kemampuan dan kesempatan, tidak ada salahnya memilih (dan memperjuangkan) untuk bisa kuliah di salah satu dari kampus terbaik ini. Namun, keputusan akhir tetap di tangan anda.

Banyak faktor yang mesti dipertimbangkan, misalnya biaya. Umumnya, kampus dengan fasilitas terbaik juga butuh uang kuliah yang mahal. Belum lagi biaya hidup di kota-kota besar seperti Jakarta (uang kost, uang makan, transportasi, dll).

Faktor lainnya adalah izin orang tua. Tidak jarang orang tua melarang anaknya untuk kuliah jauh2, apalagi orangtua yang sudah tinggal sendiri. Restu orang tua bisa menentukan nasib kita. Jadi anda bisa mempertimbangkan hal ini baik-baik.

Kemampuan akademik mungkin jadi faktor yang paling ‘menghalangi’. Anda harus bisa bersaing dengan ribuan calon mahasiswa lain untuk masuk ke kampus-kampus ini. Namun ini bisa diperjuangkan. Selama ada kemauan, silahkan belajar dengan lebih giat agar bisa lulus di ujian seleksi nanti.


Bagaimana Dengan Perguruan Tinggi dan Universitas Lain?

Seperti judul artikel, disini kita membahas tentang “kampus terbaik”. Di luar daftar ini tentu masih banyak universitas lain yang “baik”. Misalnya terdapat 404 kampus lagi yang menyelenggarakan jurusan teknik informatika dengan akreditasi B atau C. Tidak salah juga untuk memilih universitas atau perguruan tinggi tersebut.

Bagus tidaknya sebuah kampus baru setengah dari langkah anda untuk menuju kesuksesan. Faktor yang paling penting adalah seberapa tinggi kemauan anda untuk belajar. Katakanlah nanti bisa masuk ITB, tapi belajar malas-malasan. Tentu hasilnya tidak akan maksimal.

Di sisi lain jika belajar dengan sungguh-sungguh dan mencari ilmu dari berbagai sumber lain (seperti situs duniailkom ini, hehe… ) anda bisa lebih hebat dari lulusan universitas favorit.

Jadi, mari berjuang untuk menjadi yang terbaik. Jika saat ini anda sudah kuliah, lanjutkan studi dengan serius, raih IP yang tinggi, tapi jangan lupakan praktek. Kelemahan dari mayoritas sarjana IT adalah kuat di teori tapi tidak bisa praktek.

Jika saat ini anda masih SMA/SMK, belajarlah dengan sungguh-sungguh agar bisa masuk di kampus terbaik untuk jurusan ilmu komputer dan teknik informatika di Indonesia. Semoga bisa bermanfaat :)

Itulah tadi informasi dari agen poker mengenai Kampus Terbaik Jurusan Teknik Informatika dan Ilmu Komputer oleh - seputarcocos2d.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarcocos2d.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.